Penyesuaian Harga BBM Momentum Peralihan Energi

Redaksi






FokusIndonesia.com - Jakarta - Kenaikan harga BBM terjadi lantaran pemerintah mengalihkan subsidi ke pos lain. Pasalnya subsidi BBM justru banyak dinikmati oleh orang mampu.

Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri mengatakan, Indonesia sebaiknya mulai memikirkan soal energi baru dan terbarukan, untuk menggantikan energi fosil

"Kita harus mulai berpikir soal peralihan ke renewable energy. Karena seperti kita lihat penggunaan energi fosil berdampak besar pada perubahan iklim," kata Rizal di diskusi Jakarta Journalist Center, dengan tema "Subsidi Tepat Sasaran: Rakyat Senang, APBN Aman", Senin (19/9/22).

Dalam diskusi ini turut hadir staf khusus Menkeu, Yustinus Prastowo dan Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan.

Penyesuaian harga BBM, sambung Rizal, harus jadi momentum untuk menggalakkan lagi penggunaan energi baru dan terbarukan. Apalagi pemerintah memiliki target pada tahun 2025 Indonesia telah menggunakan 23 persen kendaraan yang menggunakan energi baru dan terbarukan.

"Meskipun renewable ini nggak murah, kita harus dukung transisi energi ini. Memang kita butuh financial resources untuk mewujudkannya," jelasnya.

Selain itu, Rizal menilai, pemerintah sebaiknya menyerahkan harga BBM ke mekanisme pasar. Hal ini telah banyak diterapkan di negara lain.

"Pemerintah harus berani menerapkan BBM diserahkan ke harga pasar, jangan diatur kemudian disubsidi,"

Di negara lain, kata Rizal, justru tren harga BBM saat ini telah turun. Hal ini karena negara lain mayoritas telah menyerahkan harga BBM ke mekanisme pasar.

"Di Malaysia harga BBM Ron 95 saat ini Rp16 ribu. Itu saja mereka mengunakan cukai Rp2.500, harganya jika tanpa subsidi Rp13.500. Dulu memang sempat hampir Rp20 ribu saat harga BBM tengah tinggi-tingginya," jelasnya.

Dengan menyerahkan ke mekanisme pasar, lanjut Rizal, subsidi BBM dapat dislokasikan ke tempat lain, seperti sektor transportasi umum. Sehingga masyarakat diharapkan dapat beralih menggunakan transportasi umum

"Jadi saat harga BBM naik, orang beralih ke kendaraan umum yang disubsidi, atau mengurangi konsumsi BBM. Subsidi ini nantinya dapat dialihkan ke berbagai bentuk," ucapnya.

Top